Di SMP Negeri 19 Tegal, proses belajar tidak hanya terkurung di dalam buku teks dan dinding kelas. Kami percaya bahwa pengalaman langsung adalah guru yang paling efektif. Para siswa diajak untuk terjun langsung menciptakan produk yang bernilai guna, ekonomis, dan peduli terhadap kelestarian bumi.
Pada kegiatan proyek kali ini, antusiasme siswa sangat luar biasa saat mereka mempraktikkan tiga kegiatan utama: pembuatan telur asin, pengolahan pupuk kompos, dan pembuatan eco enzyme.
Melestarikan Cita Rasa Lokal: Praktik Pembuatan Telur Asin
Kawasan Tegal dan sekitarnya tentu tidak asing dengan kuliner telur asin. Dalam kegiatan ini, siswa diajak menyelami kearifan lokal sekaligus belajar ilmu sains (proses osmosis) dan kewirausahaan.
Proses Belajar: Siswa memilih telur itik berkualitas, membersihkannya, dan meracik adonan balutan dari campuran abu gosok, batu bata merah yang dihaluskan, serta garam kasar.
Nilai yang Ditanamkan: Ketelitian, kesabaran dalam menunggu proses pemeraman selama 10-14 hari, serta keterampilan pengemasan agar produk memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat.
🍂
Mengubah Sampah Menjadi Berkah: Pengolahan Pupuk Kompos
Sekolah yang rindang tentu menghasilkan banyak sampah dedaunan kering. Alih-alih dibakar dan menimbulkan polusi, siswa SMP Negeri 19 Tegal dilatih untuk mengolah limbah organik tersebut menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanaman.
Proses Belajar: Siswa mengumpulkan daun kering di area sekolah, mencampurnya dengan tanah, air, dan cairan aktivator (EM4), lalu memantau proses dekomposisi secara berkala di bak komposter.
Nilai yang Ditanamkan: Gotong royong, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah, dan pemahaman bahwa alam memiliki cara yang luar biasa untuk mendaur ulang dirinya sendiri jika manusia mau turut campur tangan secara positif.
🧴
Solusi Cerdas Ramah Lingkungan: Pembuatan Eco Enzyme
Sejalan dengan kampanye gaya hidup berkelanjutan (sustainable living), siswa mempraktikkan pembuatan cairan multifungsi eco enzyme. Ini adalah salah satu inovasi modern dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
Proses Belajar: Memanfaatkan sisa kulit buah (seperti jeruk, mangga, dan nanas) yang dicampur dengan air dan gula merah/molase, lalu difermentasikan dalam wadah tertutup rapat selama kurang lebih 3 bulan.
Nilai yang Ditanamkan: Siswa belajar menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu mengubah limbah organik sisa konsumsi menjadi cairan pembersih serbaguna, pupuk cair, hingga pengusir hama alami yang sangat aman bagi lingkungan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa-siswi SMP Negeri 19 Tegal mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat menjadi karya nyata. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah generasi pelindung bumi!

